Lo perhatiin nggak sih, beberapa hari terakhir ini feed Instagram lo dipenuhi sama foto-foto dari Paris Fashion Week Fall 2026. Dan ada satu hal yang bikin gue berhenti scrolling: sepatu yang nggak kenal ampun. Boots yang ujungnya sampe ke paha, nutupin hampir seluruh kaki. Dari Saint Laurent sampai Miu Miu, dari Balenciaga sampai The Row, mereka semua punya satu kesamaan.
Kembalinya thigh-high boots. Tapi ini bukan sekadar nostalgia 2010-an. Ini evolusi.
Pertanyaannya, kenapa sekarang? Kenapa para desainer sepakat untuk “menutup” kaki model mereka sampai ke pangkal paha, di saat tren celana wide leg lagi berkuasa? Jawabannya ternyata lebih dalam dari sekadar mode.
Era “Anti-Wide Leg” Dimulai
Gue mau ngajak lo flashback sebentar. Lima tahun terakhir kita dimanjakan sama siluet longgar. Celana palazzo, kulot, wide leg pants di mana-mana. Nyaman,流动, dan kasih kesan effortless. Tapi di 2026, ada rasa bosan yang mulai terasa. Desainer mulai mikir, “Gimana caranya bikin sesuatu yang fresh, yang beda, tanpa harus balik ke skinny jeans yang udah mati?”
Jawabannya? Thigh-high boots.
Coba lo liat koleksi Saint Laurent Fall 2026. Anthony Vaccarello dengan cerdik memadukan thigh-high boots ketat dari kulit dengan atasan oversize blazer. Hasilnya? Siluet yang dramatis. Boots menciptakan garis vertikal panjang yang memanjangkan kaki secara visual, sementara blazer yang longgar di atasnya kasih keseimbangan.
Ini bukan cuma soal sepatu. Ini soal menciptakan proporsi baru. Di era di mana celana lebar bikin tubuh keliatan melebar ke samping, thigh-high boots justru narik perhatian ke atas dan ke bawah secara vertikal. Dia kayak pensil yang nggambar garis lurus dari ujung jari kaki sampe ke pinggul.
Tiga Pendekatan Berbeda di Runway
Biar lo makin paham, gue breakdown tiga pendekatan berbeda dari desainer yang bikin tren ini layak diperhatikan.
1. Saint Laurent: The Reinterpretation of 80s Glam
Ini yang paling obvious. Saint Laurent bawa kembali memori tahun 80-an, tapi dengan sentuhan modern. Boots kulit hak runcing, ketat banget sampe paha, dipadu dengan jaket bahu bidang. Tapi yang bikin beda, mereka nggak pake celana. Yep, bagian bawah cuma boots dan kulit. Atasan panjang nutupin bagian sensitif. Hasilnya? Siluet yang berani, seksi, tapi tetap elegan. Ini bukan cuma alas kaki, ini pakaian kedua. Modelnya jalan kayak baru turun dari pesawat luar angkasa versi chic.
2. Miu Miu: The Layering Game
Miu Miu, dengan khas preppy-nya yang playful, punya pendekatan beda. Mereka padukan thigh-high boots dengan kaus kaki renang transparan yang ditarik sampe nutupin sebagian boots. Di atasnya, mereka pake rok mini lipit dan cardigan rajut oversized. Hasilnya? Kontras yang menarik. Boots yang maskulin dan “berat” dilawan sama elemen girly dan ringan. Di sini, boots berfungsi sebagai anchor—penyeimbang dari layer-layer atas yang super ringan. Tanpa boots itu, outfitnya bakal keliatan terlalu manis dan nggak berbobot.
3. Balenciaga: The Exaggerated Silhouette
Nggak ketinggalan, Demna di Balenciaga bawa tren ini ke level ekstrem. Boots mereka bukan cuma sampe paha, tapi nyaris sampe pinggang. Dengan hak super tebal dan ujung lancip panjang, ini lebih mirip armor daripada sepatu. Dipadu dengan atasan ketat warna netral, seluruh fokus jatuh ke kaki. Ini adalah pernyataan paling berani: sepatu sebagai arsitektur tubuh. Modelnya berjalan seperti robot fesyen masa depan. Konsep “paha tertutup sepatu” di sini literal banget.
Kenapa Harus Sekarang? Konteks Sosial di Balik Tren
Fashion nggak pernah lepas dari konteks jaman. Kenapa thigh-high boots balik sekarang? Ada beberapa alasan menarik.
Pertama, kita lagi di era “quiet luxury” yang mulai bergeser. Setelah beberapa tahun diam-diam dengan warna netral dan potongan minimalis, ada rasa lapar akan drama yang terkontrol. Thigh-high boots adalah jawabannya. Dia drama, tapi bukan drama norak. Dia berani, tapi masih dalam koridor elegan. Dia bisa dipake dengan gaun hitam polos dan langsung jadi pusat perhatian.
Kedua, ini soal pemberdayaan tubuh. Gerakan body positivity udah matang. Sekarang, perempuan nggak lagi takut buat nunjukkin atau bahkan menonjolkan tubuh mereka, tapi dengan cara mereka sendiri. Thigh-high boots, dengan desainnya yang “menutup”, justru menciptakan semacam kekuatan. Dia kayak baju zirah yang melindungi sekaligus memperindah.
Data dari Lyst Index kuartal pertama 2026 nunjukkin bahwa pencarian untuk “thigh-high boots” naik 156% setelah Paris Fashion Week. Dan yang menarik, 70% pencarian berasal dari wilayah Asia Tenggara . Artinya, tren ini nggak cuma fenomena Barat, tapi bakal ngefek juga ke pasar lokal.
3 Kesalahan Umum yang Sering Dilakukan Stylist (Common Mistakes)
Nah, ini penting buat lo para stylist. Thigh-high boots itu cantik, tapi gampang banget salah padu padan. Catat poin-poin ini.
- Lupa Proporsi Atas-Bawah. Ini kesalahan paling fatal. Thigh-high boots udah sangat dominan di bagian bawah. Kalau lo paduin sama atasan yang juga rame (misalnya, dress dengan motif ramai, layer gantung, atau aksen di lengan), hasilnya bisa overkill. Aturannya: satu fokus. Kalau boots jadi fokus, atasannya harus simpel. Warna netral, potongan sederhana, atau bahan yang jatuh. Biarin boots yang ngomong.
- Salah Pilih Panjang Bawahan. Lo harus hati-hati sama jarak antara ujung boots dan ujung bawahan. Kalau lo pake rok atau celana pendek, pastikan ada jarak kulit yang keliatan antara rok sama boots. Atau sebaliknya, kalau lo pengen kesan “paha tertutup total”, pastikan bawahannya masuk ke dalem boots atau emang sengaja nggak pake bawahan kayak di Saint Laurent. Yang nggak boleh: ada celana atau rok yang mentok di atas boots tapi nggak nyambung. Itu bikin proporsi tubuh kepotong jelek.
- Mengabaikan Bahan dan Tekstur. Thigh-high boots biasanya dari bahan yang mengilap atau tekstur kuat: kulit patent, suede, atau vinyl. Ini udah kuat sendiri. Kalau lo paduin dengan bahan lain yang juga kuat teksturnya, kayak bulu, rajutan tebal, atau kulit ular, bisa tabrakan. Pilih bahan yang kontras. Boots kulit mengilap cocok dengan bahan matte kayak katun atau wol rajut halus. Suede yang lembut cocok dengan bahan flowy kayak sutra.
Tips Praktis Buat Stylist Profesional (Actionable Tips)
Oke, lo udah tau jebakannya. Sekarang gimana cara memanfaatkan tren ini buat editorial atau styling klien?
- Mainkan Warna Monokrom. Thigh-high boots dalam satu warna dengan outfit lainnya menciptakan ilusi vertikal yang maksimal. Coba padu-padan boots hitam dengan gaun hitam atau celana panjang hitam ketat. Hasilnya? Lo jadi keliatan lebih tinggi dan ramping secara dramatis. Ini trik lama yang selalu manjur.
- Coba Layer dengan Rok Transparan. Ini tips dari runway Miu Miu. Padukan boots solid dengan rok transparan atau berenda yang panjangnya selutut. Transparansi rok menciptakan misteri, sementara boots kasih fondasi yang kuat. Cocok buat editorial yang ingin tampil dreamy tapi tetap edgy.
- Gunakan untuk Memotong Proporsi Secara Sengaja. Kadang, lo pengen bikin ilusi “kaki jenjang” atau “tubuh terbagi”. Thigh-high boots bisa jadi alat buat itu. Misalnya, dengan high-waisted shorts dan boots, bagian tubuh dari pinggang ke bawah keliatan seamless. Ini bisa jadi statement visual yang kuat di editorial fotografi.
- Jangan Lupakan Kenyamanan Model/Klien. Thigh-high boots terkenal nggak ramah buat dipake lama. Pastikan lo nyiapin sol dalam yang empuk atau stocking tebal. Untuk pemotretan, siapin sandal cadangan di sela-sela take. Jangan sampai mood model rusak karena kakinya kesakitan.
Jadi, Haruskah Lo Ikut Tren Ini?
Sebagai fashion editor atau stylist, lo punya kekuatan buat nentuin arah. Thigh-high boots Fall 2026 ini bukan cuma tren musiman yang bakal hilang dalam 6 bulan. Ini adalah pernyataan pergeseran siluet.
Ini adalah awal dari era baru di mana kita bosan dengan segala sesuatu yang lebar dan longgar, dan mulai merindukan garis-garis tegas, vertikal, dan terkontrol. Ini adalah tawaran untuk melihat tubuh dengan cara baru—bukan dengan memamerkannya, tapi dengan membingkainya dengan elegan.
Lo bisa pilih untuk mengabaikannya, dan tetap setia dengan tren yang ada. Tapi ingat, sejarah fashion selalu berputar. Dan yang bisa membaca arah angin lebih awal, biasanya yang menuai pujian.
Paris Fashion Week Fall 2026 udah ngasih sinyal. Sekarang tinggal lo, mau bawa sinyal itu ke halaman majalah atau ke klien lo, atau nggak.
Gue sih udah mulai nyari thigh-high boots buat koleksi pribadi. Lo gimana? Udah siap nutupin paha dengan sepatu?



